Media Cakrawala NTB.Com - SMPN 4 Monta mulai menerapkan sistem absensi siswa berbasis Barcode Online, Senin (21/9/2026). Inovasi tersebut menjadi bagian dari langkah sekolah dalam mendorong layanan pendidikan yang lebih praktis, tertib, cepat, dan berbasis teknologi.
Kepala SMPN 4 Monta, Jubaidah, S.Pd., mengatakan penerapan absensi berbasis barcode diharapkan dapat membuat proses pencatatan kehadiran siswa menjadi lebih sederhana sekaligus meningkatkan ketertiban administrasi sekolah.
Menurut Jubaidah, setiap siswa melakukan pemindaian barcode sebagai bukti kehadiran ketika datang ke sekolah maupun mengikuti kegiatan di lingkungan sekolah.
“Kami ingin proses absensi menjadi lebih praktis, cepat, tertib, dan transparan. Pemanfaatan teknologi ini merupakan langkah kecil sekolah untuk memberikan layanan yang lebih baik sekaligus membangun budaya digital di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem tersebut tidak hanya diarahkan untuk mempermudah proses pencatatan kehadiran. SMPN 4 Monta juga sedang merancang pengembangan sistem agar nantinya dapat terhubung dengan HP orang tua atau wali siswa.
Jubaidah menuturkan, apabila pengembangan tersebut telah diterapkan, orang tua dapat memperoleh informasi mengenai kehadiran anak dengan lebih cepat dan mudah.
“Dengan sistem yang terhubung dengan orang tua, nantinya informasi kehadiran siswa dapat diketahui secara lebih cepat. Orang tua tidak perlu menunggu informasi secara manual untuk mengetahui kehadiran anak di sekolah,” jelasnya.
Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi orang tua untuk ikut memantau kehadiran anak secara lebih langsung. Informasi kehadiran siswa nantinya dirancang dapat diterima melalui perangkat seluler orang tua atau wali.
Di sisi lain, penerapan barcode juga memberikan manfaat bagi sekolah dalam pengelolaan data kehadiran. Pencatatan yang dilakukan secara digital diharapkan membuat data lebih teratur dan memudahkan proses pemantauan kehadiran siswa.
Jubaidah menyebut penerapan tersebut sebagai bagian dari upaya menuju layanan sekolah yang semakin digital, tertib, dan transparan.
“Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen sekolah untuk memanfaatkan teknologi bukan sekadar sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga dalam mendukung tata kelola dan pelayanan pendidikan.” Pungkasnya.(Red).

COMMENTS