Media Cakrawala NTB.Com - Nasabah kecewa dengan Perlakuan Pihak Bank BNI cabang tente yang tidak kunjung berakhir atau titik terang dan kembali melakukan penyegelan kantor Bank BNI cabang tente kamis (7/05/26)..
Kembali M Hatta Mahmud menyegel kantor BNI cabang tente karena di duga di php dan di pimpong tak ada ujung penyelesaian masalah sudah hampir dua tahun sampai sekarang belum ada titik terang
kredit macet yang berujung pada pelelangan sebuah warung makan Madura di Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima hingga kini belum menemukan titik terang. Hatta bersama keluarganya mengaku dirugikan setelah memenangkan lelang warung makan tersebut dengan nilai mencapai Rp1,milyar lebih namun hingga saat ini belum mendapatkan realisasi kepemilikan yang jelas
Menurut keterangan M.Hatta mahmud, proses pelelangan dilakukan oleh pihak Bank BNI Cabang Tente sebagai upaya penyelesaian kredit macet dari pemilik sebelumnya. Namun, meski telah melakukan pembayaran sesuai ketentuan, M.Hatta Mahmud menyebut bahwa warung makan tersebut masih dikuasai oleh pemilik lama.
“Kami sudah membayar lunas sesuai hasil lelang, tapi sampai sekarang warung makan itu belum juga kami kuasai,” ujar M.Hatta
Ia menjelaskan bahwa persoalan ini sudah berlangsung sejak Agustus 2024, dan hingga Mei 2026 belum ada penyelesaian yang jelas dari pihak bank.
Sebagai bentuk protes,M. Hatta bersama keluarganya pada kamis (7/5/26) kembali mendatangi dan menguasai kantor Bank BNI Cabang Tente. Aksi ini disebut bukan yang pertama kali dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya penyelesaian kasus tersebut.
Aparat keamanan Kodim 1608 beserta anggota Danramil WOHA dibawah pimpinan Pasi Intel Kapten Inf Bambang Herwanto dan anggota Polsek WOHA beserta anggotanya melakukan negosiasi dan sepakat untuk melakukan membuat surat pernyataan sambil menunggu hasil keputusan kasasi Mahkamah Agung RI Bulan juli 2026..
M.hatta menerima hasil keputusan bersama sehingga penyegelan berakhir,. Dan pelayanan pihak Bank BNI Cabang Tente kembali normal.(Red)

COMMENTS