Media Cakrawala NTB.Com - Kembali M Hatta Mahmud menyegel kantor BNI cabang tente karena di duga di php dan di pimpong tak ada ujung penyelesaian masalah sudah hampir dua tahun sampai sekarang belum ada titik terang
kredit macet yang berujung pada pelelangan sebuah warung makan Madura di Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima hingga kini belum menemukan titik terang. Hatta bersama keluarganya mengaku dirugikan setelah memenangkan lelang warung makan tersebut dengan nilai mencapai Rp1,milyar lebih namun hingga saat ini belum mendapatkan realisasi kepemilikan yang jelas
Menurut keterangan M.Hatta mahmud, proses pelelangan dilakukan oleh pihak Bank BNI Cabang Tente sebagai upaya penyelesaian kredit macet dari pemilik sebelumnya. Namun, meski telah melakukan pembayaran sesuai ketentuan, M.Hatta Mahmud menyebut bahwa warung makan tersebut masih dikuasai oleh pemilik lama.
“Kami sudah membayar lunas sesuai hasil lelang, tapi sampai sekarang warung makan itu belum juga kami kuasai,” ujar M.Hatta dengan nada kecewa..
Ia menjelaskan bahwa persoalan ini sudah berlangsung sejak Agustus 2024, dan hingga April 2026 belum ada penyelesaian yang jelas dari pihak bank. Bahkan, menurutnya, upaya komunikasi dengan pihak terkait kerap menemui jalan buntu.
Yang lebih membingungkan, lanjut Hatta, pihak pimpinan Bank BNI Cabang Bima yang diketahui bernama Ahmad menyampaikan melalui komunikasi seluler bahwa permasalahan ini masih membutuhkan waktu karena pihak bank sedang mencari pengacara.
“Ini sangat aneh. Kami yang sudah bayar, tapi malah diminta menunggu karena mereka cari loyer. Kami tidak mau lagi dibohongi dan jelas ini adalah penipuan,” tegas Hatta.
Sebagai bentuk protes,M. Hatta bersama keluarganya pada Rabu (8/4/2026) kembali mendatangi dan menguasai kantor Bank BNI Cabang Tente. Aksi ini disebut bukan yang pertama kali dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya penyelesaian kasus tersebut.
M.Hatta menegaskan, jika pihak bank tidak segera menemui mereka dan memberikan kejelasan, maka mereka akan terus melakukan penguasaan terhadap kantor bank tersebut sebagai bentuk tekanan.
“Kalau kepala cabang tidak mau menemui kami dan menyelesaikan masalah ini, maka kami akan tetap bertahan. Kami sudah capek dibohongi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bank BNI terkait tudingan yang disampaikan oleh Hatta dan keluarganya..
Aparat keamanan dari Polsek WOHA beserta anggota di bawah pimpinan KA SPK Nanang melakukan Pengamanan kantor BNI cabang tente sampai dengan terbukanya pelayanan (Red)...


COMMENTS