Media Cakrawala NTB.Comm - Pemerintah Kabupaten Bima patut berbangga memiliki birokrat yang berkualifikasi pendidikan doktor alias S3 yang berada di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebut saja, Dr. Karyadin dan Dr. Juwaidin. Keduanya adalah sama - sama lulusan doktor manajemen pendidikan dari Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Setelah menyandang gelar doktor, keduanya ditugaskan pada Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima tahun 2016. Setelah sekian lama menjadi staf, pada tahun 2018, kedua sahabat karib tersebut dipromosikan oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti saat itu sebagai kepala seksi pada bidang yang berbeda. Dr. Karyadin menduduki jabatan Kepala Seksi Kurikulum, Penilaian, Peserta Didik, dan Pembangunan Karakter (Sekurpedik P2K) pada Bidang Dikdas hingga saat ini. Sedangkan Dr, Juwaidin menempati jabatan sebagai Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMP pada bidang PTK hingga tahun 2022. Jalan takdir pun akhirnya memisahkan kedua sahabat tersebut. Pasalnya, tahun 2022, Dr. Juwaidin yang merupakan putra Wera tersebut dimutasi sebagai salah satu kepala seksi di Dinas Pariwisata Kabupaten Bima. Sedangkan Dr. Karyadin yang merupakan putra Lambu tetap dipertahankan alias juara bertahan hingga saat ini. Nasib baik berpihak kepada sahabatnya Dr. Juwaidin. Tahun 2023, mantan aktivis LMND itu mendapatkan promosi sebagai Kepala Bidang Ekonomi pada DPMDes hingga saat ini. Dengan adanya alih kepemimpinan Kabupaten Bima dari IDP – Dahlan ke Ady – Irfan, masyarakat berharap, kedua doktor pendidikan tersebut dimanfaatkan untuk membantu proses percepatan pembangunan dan kemajuan pendidikan Kabupaten Bima.
Dewan Pakar Forum Doktor Mbojo, Dr. Salahuddin mengatakan, dalam kepemimpinan Ady – Irfan, kedua doktor pendidikan tersebut harus dimanfaatkan sebagai modal besar membangun pendidikan Kabupaten Bima. Menurut tenaga pengajar Universitas Singaperbangsa Karawang ini, Ady – Irfan dengan jargon perubahannya harus bisa membuktikan komitmen perubahannya untuk membangun pendidikan Kabupaten Bima berbasis meritokrasi. Salah satunya dengan menggunakan SDM potensial ini dalam pembangunan pendidikan.
“Kami sama – sama doktor lulusan UNJ. Dr. Karyadin dan Dr. Juwaidin, SDM unggul dan diperhitungkan saat kuliah di UNJ. Karena itulah, kita berharap, di bawah kepemimpinan Ady – Irfan dapat memanfaatkan kedua doktor tersebut untuk proses percepatan pembangunan dan kemajuan pendidikan di Kabupaten Bima. Apalagi kepemimpinan ini membawa jargon perubahan dengan berdasarkan meritokrasi”, tegas mantan pejabat di Cabang Dinas Pendidikan Bima(Red).

COMMENTS